PBB dan Uni Eropa telah mengutuk seruan dari pemimpin Libya, Muammar Gaddafi kepada umat Islam untuk melaksanakan jihad melawan Swiss atas larangan mereka terhadap pembangunan menara-menara di negara Eropa.

Sergei Ordzhonikidze, direktur jenderal PBB di Jenewa, mengatakan seruan Muammar Gaddafi pada hari Jumat tersebut tidak dapat diterima.

“Saya percaya bahwa pernyataan kepala negara seperti itu tidak dapat diterima dalam hubungan internasional,” Kata Ordzhonikidze seperti yang dikutip kantor berita AFP.

“Saya bahkan tidak berbicara tentang tindakan apapun.” katanya.

Sementara itu di Brussels, Belgia juru bicara Uni Eropa untuk urusan luar negeri menggambarkan seruan jihad yang dikeluarkan oleh kepala negara seperti Gaddafi tersebut sangat disayangkan.

“Jika laporan ini benar, maka ini akan menjadi kemalangan buat Uni Eropa setelah berhubungan erat dengan Swiss untuk mencapai penyelesaian masalah-masalah diplomatik yang berkaitan dengan sengketa antara kedua negara (Libya dan Swiss)” kata Lutz Guellner, salah satu pejabat tinggi dari Uni Eropa.

Menanggapi seruan tersebut, Perancis juga ikut-ikutan mengutuk, menyatakan bahwa pernyataan seperti itu tidak bisa diterima.

“Sengketa antara Libya dan Swiss harus diselesaikan melalui negosiasi dan kami mendukung presiden Uni Eropa untuk usaha-usaha ke arah ini,” kata.Bernard Valero, seorang jurubicara kementerian luar negeri Perancis,

Gaddafi membuat komentar pada sebuah acara penandaan hari kelahiran Nabi Muhammad di Benghazi, Libya pada hari jumat lalu.

“Sikap Swiss bertentangan dengan keimanan dan negara kafir Swiss harus dilawan dengan jihad dan dengan segala cara!” kata Ghadafi sambil menyebut Swiss sebagai negara kafir, cabul dan negara yang menghancurkan masjid-masjid.

Komentar tersebut muncul setelah hampir tiga bulan Swiss memberikan suara dalam referendum untuk mengadopsi larangan pembangunan menara-menara yang merupakan bagian utama dari sebuah masjid.

Swiss adalah negara Eropa dengan jumlah penduduk Muslim sekitar 400.000 orang, yang didominasi imigran dari Balkan dan Turki. Sekitar 200 masjid telah berdiri di Swiss, tapi hanya empat masjid yang memiliki menara.

Gaddafi berkata: “Setiap muslim di seluruh dunia yang telah berurusan dengan Swiss adalah orang kafir dan menentang Islam, melawan Allah, Muhammad saw, dan melawan Al-Quran.”

“Mari kita lawan Swiss, Zionisme dan agresi asing,” katanya dalam pidato yang disiarkan langsung di televisi.

“Ada perbedaan besar antara terorisme dan jihad yang merupakan hak perjuangan bersenjata.” Tegas Ghaddafi

Gaddafi juga mendesak umat Islam di seluruh penjuru dunia untuk memboikot produk-produk Swiss dan maskapai penerbangan Swiss.

Kementerian luar negeri Swiss mengatakan tidak akan menanggapi seruan Gaddafi tersebut.

Hubungan antara Libya dan Swiss sudah lama menegang sejak Juli tahun 2008 lalu, ketika putra Gaddafi Hannibal dan istrinya ditangkap dan ditahan di Jenewa, Swiss. Mereka mengeluh diperlakukan Swiss seperti pembantu rumah tangga.

Situasi pun semakin memanas ketika Libya menahan dan menyita paspor dua pengusaha Swiss, Rasyid Hamdani dan Max Goeldi.

Keduanya divonis bersalah karena ijin tinggal yang kadaluarsa dan terlibat dalam kegiatan bisnis ilegal.

[muslimdaily.net/aby]